SEMARANG, Februari 2026 – Bank Indonesia resmi meluncurkan “Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis CSA-Biochar” sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional yang ramah lingkungan. Buku pedoman ini merupakan buah karya dari proses riset mendalam dan pendampingan lapangan yang dilakukan oleh Tim Peneliti Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip).
Penyusunan buku pedoman ini dilakukan secara komprehensif oleh tim ahli Agroekoteknologi Undip yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc., bersama Albertus Fajar Irawan, S.P., M.Agr., Ph.D., Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si., Anasrullah, S.P., M.S., Septrial Arafat, S.P., M.P., dan Nani Kitti Sihaloho, M.P. Dalam kolaborasi ini, tim Agroekoteknologi Undip berperan sepenuhnya sebagai mitra peneliti dan tim penulis yang mentransformasikan data-data ilmiah menjadi rujukan praktis bagi para pemangku kepentingan.
Inovasi yang dikaji oleh tim periset menitikberatkan pada teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) melalui pemanfaatan biochar. Sebagai akademisi, tim Agroekoteknologi FPP Undip memposisikan diri sebagai penyedia solusi berbasis sains (periset), memastikan bahwa setiap rekomendasi dalam buku ini mampu memberdayakan petani untuk mengolah limbah secara mandiri dan berkelanjutan, bukan sebagai produsen material biochar.
Melalui peluncuran pedoman oleh Bank Indonesia ini, hasil riset tim Agroekoteknologi Undip turut memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
-
SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Mendukung stabilitas pangan melalui peningkatan produktivitas padi yang telah teruji secara ilmiah dalam riset piloting.
-
SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mendorong model bisnis pertanian sirkular di mana petani mampu mengelola sumber daya lokal secara efisien dan meminimalkan limbah.
-
SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Memberikan landasan ilmiah bagi praktik pertanian yang mampu menurunkan emisi gas rumah kaca serta meningkatkan resiliensi tanah terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Sinergi ini menegaskan bahwa peran perguruan tinggi sebagai lembaga riset memiliki dampak yang luas ketika hasil pemikirannya diadopsi oleh lembaga otoritas seperti Bank Indonesia untuk kemaslahatan masyarakat. Dengan kehadiran pedoman ini, Agroekoteknologi FPP Undip berkomitmen untuk terus menjadi mitra tepercaya dalam menyediakan basis data dan inovasi bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Terbaru