SEMARANG, JAWA TENGAH – 23 Januari 2026 – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menegaskan komitmennya dalam agenda keberlanjutan global dengan menjadi tuan rumah bagi rangkaian kegiatan strategis Proyek TUNE (Nurture Future Green Leaders). Konsorsium pendidikan lintas negara yang didanai oleh Program Erasmus+ Uni Eropa ini sukses menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) ke-2 dan Pertemuan Manajemen Proyek ke-4 (PMM4) yang berlangsung intensif selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Januari 2026, bertempat di Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP. Forum ini menjadi momentum krusial dalam upaya menanamkan kompetensi keberlanjutan (sustainability competencies) ke dalam kurikulum pendidikan tinggi di kawasan ASEAN dan Eropa.
Sinergi Akademisi untuk Masa Depan Hijau Kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Proyek TUNE, Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Fadhil Md Din dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kehadiran delegasi internasional ini disambut hangat oleh pimpinan tuan rumah, Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian, serta Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc., selaku Koordinator Proyek TUNE untuk UNDIP. Sesi awal difokuskan pada refleksi mendalam mengenai “Seminar Replikasi” yang telah berjalan. Mengusung pendekatan Cascade Model of Capacity Building, para mitra—termasuk UTM, USM, UiTM (Malaysia), UNHAS, UNDIP (Indonesia), serta HUST dan NIAP (Vietnam)—mengevaluasi bagaimana pengetahuan hijau ditularkan dari pelatih inti kepada komunitas akademik yang lebih luas. Laporan strategis dari tiap universitas menunjukkan keberhasilan signifikan dalam mendiseminasikan keahlian ini, membuktikan bahwa pendekatan pedagogis yang diterapkan efektif menjangkau berbagai pemangku kepentingan.
Membangun Kepemimpinan yang Partisipatif Salah satu sorotan utama dalam agenda TOT 2 adalah pendalaman materi “Kepemimpinan Berkelanjutan” (Sustainability Leadership). Sesi ini dipandu oleh Assoc. Prof. Dr. Harald Armin Friedl dari FH JOANNEUM (Austria), yang mengajak peserta membedah konsep Systemic Consensus Building. Dalam sesi yang interaktif ini, paradigma kepemimpinan didefinisikan ulang: bukan sekadar instruksi dari atas ke bawah, melainkan sebuah proses partisipatif yang manusiawi. Tujuannya adalah menyelaraskan budaya organisasi dengan ketahanan ekologis jangka panjang dan tata kelola yang etis.
Integrasi Teknologi dan Kecerdasan Buatan Menjawab tantangan era digital, forum ini juga menyoroti titik temu antara teknologi dan pendidikan lingkungan. Dr. João Poças Martins (University of Porto) dan Dr. Dianah Mazlan (USM) memperkenalkan perangkat pedagogis mutakhir kepada para peserta. Melalui pemanfaatan Generative AI yang bertanggung jawab serta kerangka kerja prompt engineering RISEN, para dosen dibekali kemampuan untuk menciptakan konten pembelajaran interaktif berbasis teknologi (seperti Moodle, H5P, dan Lumi) yang menarik bagi mahasiswa generasi baru.
Langkah Strategis ke Depan Rangkaian acara ditutup dengan perumusan tata kelola strategis dalam Pertemuan Manajemen Proyek (PMM4). Konsorsium menyepakati peta jalan “Trilogi TUNE” yang mencakup Refleksi Operasional, Tata Kelola Strategis, dan Integrasi Jejaring. Demi memastikan keberlanjutan program pasca-pendanaan, tujuh kelompok kerja ASEAN menyusun rencana aksi yang mengadopsi model Quadruple Helix. Model ini menekankan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat sipil. Sebagai puncak dari kerja sama ini, konsorsium merencanakan Konferensi dan Pameran Internasional TUNE ke-1 yang akan dihelat pada akhir tahun 2026 di Hanoi, Vietnam, dengan HUST dan UNDIP sebagai tuan rumah bersama.
Tentang Proyek TUNE Proyek TUNE adalah kemitraan global yang dipimpin oleh Universiti Teknologi Malaysia (UTM), menggandeng mitra Eropa (Vilnius Tech, FH JOANNEUM, University of Porto) serta enam institusi pendidikan tinggi terkemuka di ASEAN. Inisiatif ini berdedikasi menjembatani kesenjangan keterampilan hijau (green skills gap) antara ASEAN dan Uni Eropa melalui pengembangan kurikulum inovatif dan pembinaan para pemimpin masa depan yang berwawasan lingkungan.

Komentar Terbaru