Batang (8/2/2024). Yanu Andrian atau yang akrab dipanggil Yanu, adalah salah satu alumni S1 Agroekoteknologi angkatan kedua (2014). Kini, ia memilih menjadi petani milenial di daerah Batang.

Menjadi seorang petani milenial bukanlah hal yang asing bagi Yanu. Karena semasa kuliahnya pun, Yanu sudah sangat cakap bertani dan memasarkan produk-produk pertaniannya. Salah satu produk yang menjadi andalannya adalah durian, hampir disetiap masa panen durian Yanu pastinya mendagangkan durian tersebut ke lingkungan sekitarnya.

Saat ini, Yanu sudah berhasil mendirikan CV Omah Tani Milenial, yang mana produk yang dihasilkan dari kebunnya kini yang memiliki luas sekitar 3 hektar dengan populasi durian 220 batang, alpukat 250 batang, 400 batang mangga, 60 batang black sapote, dan melon 500 m2.

Adapun metode pertanian khusus yang digunakan dalam budidayanya itu ialah budidaya melon didalam greenhouse khusus, cangkok susu pada komoditas mangga dengan 60 jenis mangga yang berasal dari berbagai negara.

menurut Yanu, “pemasaran produk yang dilakukan ialah dengan mengirimkan produknya tersebut ke retail-retail yang tersebar di daerah jakarta, bandung, bogor, surabaya, dan jogja”.

Sambungnya, “Selain itu juga dipasarkan langsung ke end-user. Bahkan, ada juga yang langsung sengaja main ke kebun. Biasanya, untuk langsung membeli produknya di kebun seperti beli durian, melon, black sapote”.

Yanu pun menceritakan, “bahwa dunia pertanian itu menjanjikan. Lanjutnya, dunia pertanian itu bisa buat orang sukses, karena sangat banyak komoditas yang bisa ditekuni. Contohnya, rekannya di malang hanya dengan 50 pohon durian, pendapatan per tahunnya itu bisa sampai 1 Miliar. Contoh lainnya rekannya di Jogja dengan lahan 1.000 meter persegi yang membudidayakan melon, penghasilan per tahunnya diatas 200 juta”.

_______

Berikut Instagram dari Omah Tani Milenial klik disini