Mahasiswa Universitas Diponegoro berhasil membuat suatu Sistem “PETIS” (Penyiraman Otomatis) untuk Lahan Rumah Pangan Lestari Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo pada bulan Januari 2024. Alat ini berhasil dikembangkan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tim 1 Universitas Diponegoro 2024. Diketahui bahwa Lahan KWT “Tani Makmur” Desa Ponowaren berhasil masuk ke dalam program desa binaan dari kelompok PKK Kecamatan Tawangsari. Program ini diharapkan mampu membekali Kelompok Wanita Tani di desa Ponowaren dalam lomba taman KWT yang akan diadakan di pertengahan tahun 2024 nanti.

Berangkat dari potensi yang dimiliki oleh Desa Ponowaren, Lahan Rumah Pangan Lestari: Kelompok Wanita Tani (KWT) “Tani Makmur” merupakan bentuk nyata (perwujudan) hasil tani dan perkebunan dari ke-4 Kadus (wilayah) di Desa Ponowaren. Lahan KWT ini merupakan rumah pangan lestari dimana berbagai macam tanaman & sayuran, seperti tomat, lidah buaya, cabai, brokoli, kembang kol, terong, kunyit, pepaya, pisang, bayam, dan lain lain. Potensi ini kemudian mendapat kesempatan bagi Tim Penggerak PKK KWT, khususnya divisi Kelompok Kerja (Pokja) 3 PKK Ponowaren untuk dilombakan pada tingkat Kecamatan-Kabupaten di bulan April / Mei mendatang. Namun dari potensi yang dimiliki, muncul masalah dan tantangan bagi KWT dan Ibu-Ibu PKK, yaitu dalam aspek kebersihan lahan, kesuburan tanaman & sayuran, dan kedisiplinan berupa piket dalam memantau tanaman setiap hari dan penyiraman tanaman secara berkala.

Perangkat Desa, Dosen Pembimbing Lapangan KKN, dan Mahasiswa, Bernard Kenny Poya – Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro

 

Oleh karena itu, DPL KKN Kecamatan Sukoharjo, Muhamad Ghazi Agam Sas, S.P., M.Si. beserta Mahasiswa Program Studi S1-Teknik Elektro Universitas Diponegoro, Bernard Kenny Poya asal Makassar, Sulawesi Selatan merancang dan membuat suatu sistem PETIS: Penyiraman Otomatis yang terintegrasi sehingga dapat diatur dan dikontrol secara berkala, dengan sistem penyiraman yang efektif dan efisien, sehingga mempermudah KWT dalam memantau, menyiram, dan menjaga kelestarian-kesuburan tanaman dan sayuran yang ada pada Lahan KWT. Dimulai dari pembuatan housing/ rangka/ dudukan combiner box yang terbuat dari baja ringan, seperti pada gambar disamping. Kemudian combiner box yang belum terisi dipasang berdiri dengan rangka yang telah dibuat menggunakan baut, ring, dan rivet. Setelah panel terpasang berdiri, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pompa Dual Pump DC tepat dibawah combiner box sebagai header saluran air dan digunakan untuk menyemprot dengan menggunakan baut paku yang di-bor.

Proses Pembuatan Sistem Penyiraman dan Kelistrikan PETIS

Setelah pompa terpasang dengan panel, selanjutnya komponen elektrik yang telah dirancang, seperti Power Supply, Stop Kontak, dan Potensiometer disambung sesuai ketentuan standar Single Line Diagram yang telah dibuat. Komponen yang telah tersambung kemudian dimasukkan ke dalam Panel Box dan ditutup rapat agar terhindar dari air/hujan saat merangkai. Kemudian, sistem penyaluran air, seperti selang diberikan penyangga dengan menggunakan bambu kering yang dibelah menjadi 6 sesuai jumlah titik penyiraman di Lahan KWT. Sistem penyemprotan di ujung selang memakai mist nozzle dengan material kuningan dan plastik sesuai diameter selang masing — masing. Untuk kontrol pengaturan penyiraman otomatis secara berkala menggunakan saklar timer yang dipasang dengan stop kontak (PLN). Untuk tahapan terakhir, Produk PETIS dilakukan pengembangan dengan menambahkan sistem maintenance saluran air dengan metode flushing di ujung penyiraman agar saluran air tidak tersumbat oleh kotoran pada supply air. Metode ini memakai joiner saluran diujung selang dan dilengkapi dengan katup/ valve untuk menutup saluran dengan media cairan menggunakan Hidrogen Peroksida (H2O2) 50%.

Sistem PETIS yang dirancang berhasil diimplementasikan di lapangan sesuai kebutuhan user (sasaran; target) serta menjawab permasalahan yang menjadi tantangan warga desa. Keberhasilan produk dan sistem didukung dengan rangkaian elektrik, pemasangan saluran air (selang) dan penyiraman yang tidak menimbulkan error/ kegagalan peralatan sistem; dibuktikan dengan berjalannya produk selama 3 hari tanpa menimbulkan kerusakan. Program ini dipresentasikan pada kegiatan Rapat Pleno Kelompok Ibu PKK yang kemudian divalidasi dan mendapat apresiasi dari Ibu PKK, khususnya kelompok kerja (Pokja 3) selaku penanggung jawab lahan Rumah Pangan Lestari Kelompok Wanita Tani (KWT) “Tani Makmur” Desa Ponowaren. Dampak dari apresiasi Ibu PKK beserta Pokja 3 ini yaitu produk akan menjadi salah satu unsur penunjang dalam mengikuti kegiatan perlombaan KWT Tingkat Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo pada bulan April hingga Mei 2024 mendatang.

Ibu Sarmi selaku Ketua KWT sangat bahagia dan mengapresiasi program monodisiplin ini, “saya harap alat ini terus berguna dan membantu para ibu — ibu PKK, khususnya Pokja 3 dan KWT dalam memantau tanaman yang telah diberikan optimalisasi dalam sistem penyiraman otomatis ini”. Melanjutkan apresiasi dari Ketua Ibu PKK, Ibu Sari juga turut senang dan berterima-kasih atas produk yang telah diimplementasikan pada lahan KWT sejak tanggal 25 Januari 2024, “semoga dengan adanya sistem PETIS ini dapat menjadi salah satu faktor penguat bagi kami Ibu PKK dalam mengikuti kegiatan perlombaan pada bulan April mendatang”. Pemberian tips pemakaian produk berupa poster yang diberikan kepada perwakilan Ibu PKK dan yang dipasang pada Lahan KWT dapat memudahkan user (Ibu PKK, Karang Taruna, Warga Desa) dalam menggunakan produk secara mudah dan sederhana. Pelatihan secara langsung terkait penggunaan produk kepada para user juga dilakukan secara jelas dan rinci agar user semakin memahami fungsi, pemakaian, dan keberlanjutan sistem yang dapat dioptimalisasi secara lebih baik lagi.

Implementasi Hasil Produk PETIS