Desa Kedungjambal, 29/01/2024 – Mahasiswa KKN Undip Tim 1 2024 telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi guna meningkatkan performa Badan Usaha Milik Desa (”BUMDes”) di Desa Kedungjambal, Tawangsari, Sukoharjo. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Balai Desa Kedungjambal pada hari Senin, 29 Januari 2024.

Adapun program ini diusung karena adanya permasalahan yang terjadi pada BUMDes Kedungjambal, di mana BUMDes Kedungjambal belum berjalan dengan baik lantaran sulitnya menemukan orang yang memiliki kapabilitas untuk mengurus BUMDes serta minimnya ide/inovasi terkait kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh BUMDes. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro akhirnya mengusung sebuah program kerja bertemakan ”Peningkatan Taraf Perekonomian Desa Kedungjambal melalui Pengoptimalan Peran BUMDes”. Ide ini timbul berdasarkan konsultasi dengan Dosen Pembimbing KKN, Muhammad Ghazi Agam Sas, S.P., M.Si. Program ini sendiri ditujukan agar Perangkat Desa serta Pengurus BUMDes Kedungjambal dapat memahami apa yang harus dilakukan guna mengatasi permasalahan yang dihadapi BUMDes Kedungjambal.

Program ini diawali dengan penyampaian materi oleh Ian Reinhart Hamonangan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang berisi tentang tata organisasi BUMDes sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta rekomendasi metode rekrutmen pengurus BUMDes dengan mengacu pada metode yang digunakan pada anak perusahaan BUMN.

Materi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Jullian Rafli Rizqi Affandi, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yang mengulas tentang pentingnya inovasi bagi sebuah bisnis serta hal hal yang harus dilakukan dalam mengembangkan sebuah bisnis. Dalam sesi ini Jullian juga memberikan rekomendasi kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh BUMDes yaitu menjual kain lurik. Kain lurik sendiri merupakan salah satu potensi ekonomi yang ada di Desa Kedungjambal karena terdapat setidaknya 2 UMKM yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan kain lurik. Adanya 2 pelaku usaha yang telah lebih dahulu menggeluti usaha ini diharapkan dapat menuntun BUMDes Kedungjambal untuk turut memperoleh keuntungan dari bisnis kain lurik demi kesejahteraan masyarakat luas.

Kegiatan sosialisasi ini kemudian ditutup dengan penyampaian materi oleh Mega Eulina Natalia, mahasiswi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, yang membahas tentang pentingnya penggunaan e-commerce bagi BUMDes dalam menjalankan kegiatan usahanya, terutama dalam hal BUMDes Kedungjambal ingin ikut terjun ke dalam bisnis kain lurik. Mega menyampaikan bahwa dengan memanfaatkan e-commerce, pelaku usaha dapat mengakses pasar yang lebih luas, peningkatan visibilitas produk, serta memberdayakan ekonomi desa.

Kegiatan penyuluhan ini pun mendapat sambutan baik dari masyarakat. Antusiasme audiens terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan setelah sesi pemaparan berakhir. Pertanyaan-pertanyaan tersebut pun dapat dijawab dengan baik oleh Mahasiswa KKN Undip.

Melalui kegiatan penyuluhan ini masyarakat berharap ke depannya BUMDes Kedungjambal dapat beroperasi normal kembali dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat desa.