Kelurahan Wates, Kota Semarang (29/12/2022). Pengadaan pendampingan KKN tematik di Desa Wates dibawah pembimbingan Agus Subhan Prasetyo, S.P., M.Si. dilatar belakangi oleh keluhan petani mengenai  banyaknya gulma yang tumbuh di lahan petani. Permasalahan tingginya populasi gulma di Kecamatan Ngaliyan, Desa Wates, Kota Semarang mampu menyebabkan kerugian produksi jambu kristal sebesar 30%, hal tersebut berdampak terhadap pendapatan petani. Permasalahan yang ditimbulkan karna tingginya populasi gulma di Desa Wates yaitu: (1) pertumbuhan gulma akan merusak dan menurunkan produksi tanaman; (2) Kompetisi ruang dan nutrisi antara gulma dan tanaman jambu Kristal akan menyebabkan produktivitas jambu kristal (3) menjadi inang alternatif bagi hama dan penyakit (4) menganggu kelancaran aktivitas berkebun warga sekitar. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim program studi S1 Agroekoteknologi UNDIP ikut serta dalam memberi solusi untuk menggurangi populasi gulma utama yang menyerang pertanaman jambu Kristal. Pemanfaatan gulma yang selama ini menjadi masalah  di Desa Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota semarang. Desa Wates salah satu yg dipilih oleh tim untuk diberi penyuluhan dalam pemanfaatan gulma sebagai pestisida nabati. Kegiatan penyuluhan ini  merupakan program UNDIP pada KKN Tematik. Tema dari KKN Tematik ini di pilih judul  “ Pertanian Organik

Aktivitas penyuluhan dan praktik pembuatan pestisida nabati asal gulma untuk mengendalikan hama kutu putih (Hemiptera: Pseudococcidae) pada jambu kristal di Desa Wates memiliki peranan penting yaitu: (1) Bahan pestisida nabati mudah terurai di alam, sehingga lebih ramah lingkungan; (2) Penggunaan pestisida nabati tidak berbahaya bagi manusia (3) Ekstrak Babadotan mampu bersifat racun terhadap hama (4) Bahan yang digunakan relatif lebih murah (5) Tidak menimbulkan resistensi hama. Penggunaan pestisida selama ini oleh petani adalah pestisida kimiawi.