Kerja sama antara dosen dan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Pemalang menghasilkan keberhasilan dalam memperkenalkan dan meningkatkan efisiensi aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL) pertanian di Kecamatan Watukumpul. Melalui interaksi ini, penggunaan aplikasi SPKL dalam proses penilaian lahan pertanian menjadi lebih efektif, mempercepat keputusan, dan membantu para petani dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Pada hari Jumat, 20 Januari 2023, sejumlah dosen dan mahasiswa dari Universitas Diponegoro menjalankan program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada penggunaan aplikasi SPKL dalam penilaian kesesuaian lahan pertanian di Kecamatan Watukumpul. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian lahan pertanian serta memberikan petani akses lebih mudah terhadap teknologi terkini dalam pertanian.

Aplikasi SPKL adalah sistem berbasis teknologi yang dirancang untuk melakukan penilaian kesesuaian lahan pertanian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Aplikasi ini membantu para petani dan penyuluh pertanian dalam mengambil keputusan yang lebih baik tentang jenis tanaman atau budidaya yang cocok untuk lahan mereka, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti tekstur tanah, drainase, elevasi, dan ketersediaan air.

Dalam program pengabdian ini, tim dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan kepada petani dan penyuluh pertanian mengenai penggunaan aplikasi SPKL. Mereka memandu petani dalam memasukkan data lahan ke dalam aplikasi, menginterpretasi hasil penilaian, dan memberikan rekomendasi yang sesuai berdasarkan kesesuaian lahan yang telah dianalisis. Selain itu, tim juga memberikan pemahaman tentang pentingnya penilaian kesesuaian lahan dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan pengelolaan sumber daya lahan yang berkelanjutan.

Hasilnya, interaksi yang intensif antara dosen dan mahasiswa dengan petani dan penyuluh pertanian di Kecamatan Watukumpul membawa perubahan yang signifikan. Penggunaan aplikasi SPKL dalam penilaian kesesuaian lahan pertanian semakin meluas dan efisien. Petani dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih jenis tanaman atau budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan mereka, mengoptimalkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian.

Dalam kesempatan ini, Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat, Septrial Arafat, S.P., M.P., menyatakan, “Kami bangga melihat keberhasilan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dengan petani dan penyuluh pertanian di Kecamatan Watukumpul. Dengan memanfaatkan aplikasi SPKL, petani dapat mengoptimalkan potensi lahan mereka dan meningkatkan produktivitas pertanian dengan pendekatan yang berkelanjutan. Meskipun demikian, aplikasi SPKL bukanlah jaminan keberhasilan karena ini merupakan ilmu ‘diatas kertas’, harus ada aksi nyata di lapangan”.

Interaksi antara dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi dengan petani dan penyuluh pertanian di Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang dalam program pengabdian masyarakat telah membawa manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian kesesuaian lahan pertanian melalui aplikasi SPKL. Kolaborasi ini mencerminkan pentingnya penerapan teknologi dalam pertanian yang berkelanjutan dan memberikan kesempatan bagi petani untuk mengoptimalkan usaha mereka.