Brumbung – Kabupaten Demak (27/12/2022).   Urusan pangan mempunyai peran strategis dalam pembangunan daerah karena : (1) akses terhadap pangan dengan gizi yang cukup merupakan hak paling mendasar bagi manusia; (2) kualitas pangan dan gizi yang dikonsumsi merupakan unsur penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas; dan (3) ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama yang menopang ketahanan nasional yang berkelanjutan. Ketahanan pangan hingga saat ini menjadi program yang terus diupayakan oleh pemerintah, hingga tingkat desa. Ketahanan pangan di desa diselenggarakan dengan mengutamakan pendayagunaan segala sumber daya pembangunan yang ada di desa untuk membangun pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan yang berkelanjutan. Program Studi S1 Agroekoteknologi UNDIP mengambil peran dalam masyarakat untuk turut menyukseskan program ketahanan pangan tingkat desa. Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menjadi Desa Binaan yang akan mendapat pendampingan intensif dari akademisi prodi Agreokeoteknologi UNDIP.

Kepala Desa Brumbung, Bapak Sugin, mengeluhkan bahwa saat ini terlihat trend penurunan produksi tanaman padi jagung yang yang banyak disebabkan oleh serangan hama dan penyakit tanaman. Namun, petani tidak mengerti bagaimana cara mengatasi serangan hama dan penyakit tersebut. Sejauh ini, petani sudah menggunakan pestisida, namun tingkat serangan masih tinggi, dan petani khawatir akan dampak jangka panjang dari penyemprotan pestisida tersebut. Oleh karena itu, masyarakat Desa Brumbung, khususnya petani, membutuhkan pendampingan dari para akademisi UNDIP untuk menyelesaikan masalah pada aspek budidaya tanaman di desanya.

Dr. Ir. Budi Adi Kristanto, M.S, ketua tim pendampingan program ketahanan pangan Desa Brumbung, menyampaikan materi pelatihan terkait pengelolaan kesuburan tanah pada lahan budidaya.

Dr. Ir. Budi Adi Kristanto, M.S sebagai Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Agroekoteknologi UNDIP menyampaikan bahwa keberhasilan produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal tanaman. Faktor internal adalah yang berhubungan dengan sifat dan genetic tanaman, tanaman ada yang memiliki sifat tahan terhadap penyakit maupun factor lingkungan, namun ada yang kurang tahan. Sedangkan factor eksternal adalah yang berhubungan dengan lingkungan dan factor biotik. Factor lingkungan adalah kondisi agroklimat, nutrisi, kesuburan tanah, sedangkan factor biotik adalah adanya hama dan penyakit tanaman.

Program pendampingan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Desa brumbung akan dilaksanakan secara tematik, meliputi pendampingan ketepatan teknis budidaya, khususnya padi, jagung dan pisang, selain itu secara mendalam akan diberikan pelatihan terkait pengendalian organisme pengganggu tanaman, pelatihan pengelolaan kesuburan tanah, pelatihan teknik pembuatan pupuk organic dan agensia hayati, pelatihan pengelolaan pekarangan pangan lestari (P2L), pelatihan budidaya dan perbanyakan pisang dengan kultur jaringan.

Kepada Desa Brumbung, Bapak Sugin, menyambut senang program yang akan diberikan oleh Prodi Agroekoteknologi, Fakultas peternakan dan Pertanian UNDIP. Dengan program tersebut, Bapak Sugin berharap, Desa brumbung  menjadi lebih mandiri pangan dan dapat mewujudkan ketahanan pangan dari tingkat Desa. (rsd)

Kegiatan diikuti 40 petani yang tergabung menjadi beberapa kelompok tani