GUNUNGPATI (29/10/2022) Kota Semarang memiliki puluhan jenis komoditas Durian Lokal Unggul yang memiliki cita rasa khas. Kecamatan Gunungpati menjadi salah satu sentra keunggulan durian local yang dikenal di Jawa Tengah. Durian Kholil, Malika, dan Monti adalah beberapa durian unggul local kota Semarang. Namun keberadaan durian jenis tersebut membutuhkan perhatian agar produksi durian local unggul terus bertahan. Permasalahan yang dihadapi pada komoditas durian adalah, mulai berkurangnya pohon induk akibat alih fungsi lahan menjadi area pemukiman di perkotaan. Salah satu jalan untuk mempertahankan eksistensi durian local unggul kota semarang adalah dengan memproduksi bibit yang baik, unggul dan bermutu. Bibit yang baik dan bermutu akan mempengaruhi >50% keberhasilan budidaya atau produksi durian.

Bibit yang unggul dan bermutu diharapkan memiliki sifat unggul yang sama dengan induknya, dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan cepat. Bibit durian dapat diperbanyak melalui beberapa metode, yaitu perbanyakan secara generatif melalui biji dan vegetatif melalui teknik sambung, okulasi maupun cangkok. Perbanyakan vegetatif diminati petani karena dapat menghasilkan bibit dengan jumlah yang lebih banyak, sifat sama dengan induknya dan relatif lebih cepat, bila dibandingkan dengan perbanyakan melalui biji.

Tim Pengabdian Masyarakat PS S1 Agroekoteknologi FPP UNDIP memberikan pelatihan kepada Kelompok Tani di Desa Wisata Kandri mengenai Teknologi Kaki Ganda dan Top Working pada Komoditas Tanaman Durian Lokal Unggul Kota Semarang. Pada praktik perbanyakan tanaman, teknologi durian kaki ganda telah menjadi trend pertanian di kalangan masyarakat. Mulanya, teknik ini diterapkan untuk menanggulangi serangan penyakit phytophthora, namun, ternyata durian dengan teknik kaki ganda memiliki banyak kelebihan. Beberapa kelebihan durian berkaki ganda yaitu, dapat mengurangi risiko penyakit akar dan batang, memperkuat akar, suplai nutrisi tercukupi, mempercepat pertumbuhan, hingga meningkatkan produksi.

Selain teknik kaki ganda pada durian, teknik top working tanaman durian juga dapat dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman durian. Teknik top working bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman buah tanpa harus melakukan perombakan pada pohon. Tanaman durian unggul mengalami penurunan produktifitas seiring bertambah usia pohon. Umumnya top working ini diterapkan pada tanaman durian yang tidak produktif dan mempunyai varietas yang kurang bagus atau tanaman yang sudah berusia tua.

Dengan diadakannya pelatihan mengenai teknologi kaki ganda dan top working pada tanaman durian local unggul, diharapkan petani-petani durian di Kota Semarang, khususnya Kecamatan Gunungpati mendapatkan keterampilan untuk bisa memproduksi bibit durian secara mandiri.