Rabu, 28 September 2022 Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro menggelar International Conference dengan tema “Strengthening Agricultural Sustainability and Technology Post COVID 19”. Acara yang berlangsung secara daring selama seharian penuh yang dilaksanakan oleh Prodi Agroekoteknologi ini telah dibuka mulai tanggal 1 Juli 2022 untuk pengumpulan abstrak. Dengan rentang 3 bulan, akhirnya banyak peserta dan presenter yang mendaftar.

Seperti halnya dengan International conference pada umumnya, Keynote speaker didatangkan dari berbagai negara, adapun Keynote speaker dalam acara ini adalah Professor Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc, ahli di bidang Crop Physiology and Breeding; Professor Hideto Ueno, Ph.D, pakar ahli di bidang Agronomy and Soil Science; Professor Peter J Batt pakar di bidang Supply Chain Management; Assoc. Professor Lan-Szu Chou, Ph.D pakar di bidang Food Microbiology, Microbial Physiology, Molecular Genetics, Molecular Diagnostics; dan Assoc. Professor Toshihiro Konno, Ph.D pakar ahli di bidang Animal reproduction, Cell Differentiation, Stem Cells.

Pada sambutannya, Bapak Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetyo, M.S., M.Agr., IPU. menyatakan bahwa, “ditengah dan setelah pandemic ini, ketahanan pangan adalah hal yang sangat penting karena salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima adalah dengan tersedianya stok pangan dan acara ICAS ini menampung ratusan karya dari Bapak Ibu sekalian, dan melihat antusisme ini, Saya optimis, Indonesia akan memiliki masa depan cerah, meskipun dari kemarin, sekarang, dan besok kita harus terus bekerja keras”.

Pada sesi materi pertama, Prof Florentina menjelaskan tentang penelitian terbarunya yaitu perakitan kedelai tahan tanah salin melalui teknologi mutasi genetik dengan iradiasi gamma. “produksi kedelai masih rendah di Indonesia dan kalah pamor dalam mindset petani, sehingga kami coba untuk melakukan inovasi mutasi gen pada benih kedelai dengan harapan terbentuk genotip kedelai yang tahan terhadap tanah salin agar tanah-tanah marginal di pesisir pantai setidaknya mampu dimanfaatkan untuk menanam kedelai. Pada sesi yang sama, Prof. Ueno menjelaskan tentang bagaimana upaya Jepang dalam meningkatkan produksi tanaman padi, yaitu dengan memberikan mulsa. Hal itu pula yang ditanyakan oleh Fajrin Pramana Putra di dalam seminar tentang jenis mulsa organic yang berpotensi dapat dikembangkan di tanah sawah.

Sesi parallel selanjutnya dijelaskan oleh Prof Peter tentang perubahan pasar pertanian di Australia di tengah pandemik, khususnya pada pertanian organik. Hal ini didasarkan pada awareness masyarakat terhadap pangan sehat dan pembelanjaan pangan secara daring yang berkembang pesat.

Di akhir sesi keynote speaker, Assoc. Prof. Toshihiro Konno menjelaskan tentang perkembangan reproduksi, beliau melakukan berbagai eksperimen selama berulang kali dengan menggunakan tikus agar mengerti pola-pola terbaik dalam reproduksi. “Keberlanjutan pangan sangat erat kaitannya dengan bagaimana ternak dapat bereproduksi dengan baik, Saya telah melakukan modelling pada berbagai tikus, dan ternyata sangat mirip dengan pola reproduksi pada ternak yang lain”. Menutup sesi keynote speaker, Assoc. Prof. Lan-Szu Chou menjelaskan tentang teknologi dalam deteksi mikrobia di dalam produksi pangan.